Keladi Tikus Sebagai Obat Anti-Kanker

  • Whatsapp
Keladi tikus
Tanaman keladi tikus
banner 468x60
  • NAMA keladi tikus mungkin paling popular di antara semua jenis keladi yang ada karena khasiatnya.
  • Kandungan zat anti-kankernya membuatnya melejit dalam satu dasawarsa terakhir ini.

Kira-kira dalam satu dasawarsa terakhir, tanaman keladi tikus semakin populer bahkan paling popular di antara semua jenis keladi yang ada.  Mengapa? Ia tiba-tiba muncul seperti tanaman ajaib. Sebagai tanaman aseli Indonesia, ia baru diketahui keberadaannya.

Mengapa disebut keladi tikus? Ia disebut keladi tikus karena ukurannya lebih kecil daripada keladi biasa. Tanaman ini memiliki tinggi antara 10 sampai 45 centimeter. Kemudian bagian yang lebih mirip binatang tikus adalah mahkota bunganya yang berwarna putih dan berbentuk panjang kecil yang mirip ekor tikus.

Keladi tikus (T. flagelliforme) banyak ditemukan di Pulau Jawa. Keladi yang satu ini termasuk famili Araceae dan tergolong tanaman berkhasiat obat.

Tanaman keladi mungil ini memiliki tinggi maksimal 30 cm. Ia bisa bertumbuh dengan baik pada ketinggian 1-300 meter di atas permukaan laut, terutama di tempat gelap dan lembab.

Keladi tikus ditemukan memiliki potensi untuk obat anti kanker. Bagian yang mengandung substansi antikanker adalah seluruh akar, batang, daun dan bunga.

Kandungan

Keladi tikus mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, glikosida, steroid dan flavonoid glikosida yang berkhasiat obat.

Tanaman ini cocok bertumbuh di tanah lembab dengan sedikit paparan sinar matahari. Karena bunganya yang mirip ekor tikus, tanaman ini kemudian dinamai keladi tikus. Dalam pengobatan tradisional, bagian yang digunakan biasanya bagian umbi dan daunnya.

Konon khasiat daun dan umbi keladi tikus selama ini banyak digunakan dalam pengobatan kanker darah (leukemia).  Namun kemampuan umbi keladi tikus lebih tinggi dibandingkan daunnya untuk menghambat sel kanker. Semakin tinggi dosis umbi yang diberikan, semakin tinggi pula kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Senyawa triterpenoid pada umbi atau daun keladi tikus dipercaya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Ia bekerja dengan cara menghambat kerja enzim DNA (deoksiribo nukleodasid) yang berfungsi dalam proses penggandaan dan proliferasi sel kanker. Karena enzim tersebut berhenti, berarti pertumbuhan sel kanker juga akan ikut terhenti.

Keladi tikus sebagai antikanker

Tanaman aseli Indonesia ini diketahui berkhasiat menghambat pertumbuhan sel kanker. Di antaranya kanker payudara, usus, kelenjar prostate, hati, leukemia dan leher rahim.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *