Salah Baca, Ibunya Diajak Berobat ke Klinik Hewan

  • Whatsapp
Ilustrasi klinik hewan
Ilustrasi klinik hewan
banner 468x60
  • DIKISAHKAN ada seorang warga yang baru pindah dan belum mengenal lingkungan sekitarnya dengan baik. Pada suatu hari, ia salah mengantar ibunya ke klinik hewan
  • Untunglah ia cepat mengendalikan situasi dan hal ini dirahasiakan kepada ibunya karena ia takut ibunya tersinggung

Pada suatu sore yang cerah, sebut saja namanya Adi Doe, mengajak ibunya berobat ke dokter karena sakit pinggang dan sudah dua hari belum juga ada tanda-tanda mereda. Setelah pulang kerja pukul 17:00, ia berkemas-kemas untuk mengantar ibunya pergi ke klinik dokter terdekat.

Beruntung ia bisa datang lebih awal karena biasanya antrian di klinik dokter praktek tersebut bisa mencapai puluhan orang. Karena itu, ia berpikir bahwa dengan antrian nomor 10 ia akan mendapat giliran lebih awal.

Satu persatu pasien berdatangan ke klinik tersebut. Ada yang membawa kucing ada juga membawa anjing kecil peliharaan kesayangan mereka. Melihat pemandangan itu, ia menjadi heran dan bertanya-tanya dalam hati.

“Mengapa orang-orang membawa hewan peliharaan mereka ke sini ya Pak?” tanya Adi Doe kepada seorang bapak yang duduk di sebelahnya.

“Ya tentu saja Pak, ini kan klinik hewan. Jadi mereka membawa hewan peliharaan kesayangan mereka yang sakit. Lalu, Bapak, mana hewan yang sakit?” bapak itu balik bertanya.

“Begini, tadi kami buru-buru. Jadi maunya kami ambil antrian dulu sambil mengantar ibu saya mengantar titipan ke saudara. Setelah itu akan pulang mengambil kucing yang sudah dua hari tidak mau makan,” katanya sambil bisik-bisik dan menyembunyikan rasa malunya.

“Bu, mari kita pulang dulu. Tadi saya sepertinya lupa mengunci pintu depan karena terburu-buru. Toh, pemeriksaan belum dimulai dan nomor kita masih cukup jauh. Setiap pasien butuh waktu cukup lama. Jadi aku khawatir Ibu tidak kuat duduk terlalu lama,” kata Doe kepada ibunya.

“Baiklah nak, kalau memang demikian. Ibut menurut saja,” sahut ibunya.

Adi Doe tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada ibunya karena ia salah baca masuk ke klinik hewan tersebut. Untunglah ia cepat bereaksi ketika pengunjung lainnya di klinik hewan tersebut semakin banyak dan mereka semua membawa hewan peliharaan mereka.

** Cerita fiksi ini sebelumnya pernah dimuat di blog Nusaweek.com

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *